Berita
Pitfall Lepas Dahaga Metalcore Lewat EP “Intramural”

Skena musik keras Kota Kembang kembali bergemuruh. Kali ini, unit metalcore kawakan Pitfall resmi memuntahkan amunisi terbaru mereka berupa EP bertajuk Intramural di bawah naungan Disaster Records. Tanpa perlu banyak basa-basi, mini album ini hadir membawa tujuh nomor pekat yang membedah ruang-ruang paling sunyi di dalam pikiran manusia. Tempat di mana amarah, rasa penyesalan, hingga ketakutan saling beradu tanpa pernah menuntut kemenangan yang mutlak.

Formasi Anyar dan Energi Metalcore Era 2000-an

Proses penggarapan Intramural berjalan cukup singkat namun sangat intens di dua studio kawakan, Torture Chamber Studio dan Re-built 40.1.24 Studio. Kehadiran Lucky dan Oktav menyuntikkan amunisi segar yang membuat fondasi musik Pitfall makin solid dan bertenaga. Secara musikal, mereka dengan gagah memanggil kembali kejayaan metalcore era 2000-an—menghadirkan racikan riff gitar tebal, ketukan breakdown yang menghantam dada, melodi emosional, serta kontras antara agresi murni dan atmosfer yang pekat.

Pitfall – EP “Intramural”

Tak jalan sendiri, Pitfall juga merangkul sederet nama besar dari skena untuk memperkaya warna di EP ini. Sebut saja kehadiran Andika Surya (COLLAPSE) di lagu “Selepas Badai”, Andika Pohan (PUNITIVE) pada track “Pilar Tanpa Kisah”, hingga Michael Sippan (BLEACH) yang melengkapi nomor “Di Ujung Senja yang Terlupakan”. Setiap trek merangkai fragmen konflik batin yang teramat jujur. Musik keras mereka bukan sekadar pelampiasan emosi, melainkan sebuah medium untuk merenungi tiap keputusan yang telah diambil.

Belajar Berdamai Tanpa Harus Melupakan

Di balik dentuman instrumen yang cadas, Intramural menyimpan narasi yang sangat dekat dengan keseharian kita. EP ini tidak berupaya menyajikan solusi manis atau janji-janji indah. Pitfall justru menegaskan bahwa berdamai dengan masa lalu bukan berarti kita harus menghapus ingatan. Menerima konsekuensi dan mengakui luka adalah bagian utuh dari perjalanan hidup seorang manusia.

Melalui rilisan teranyar ini, Pitfall menyodorkan cermin bagi siapa pun yang sedang bertarung melawan dirinya sendiri. Intramural menjadi pengingat yang lantang bahwa jatuh, ragu, dan menyesal adalah hal yang wajar. Selama napas masih berhembus, kita selalu punya alasan kuat untuk terus berdiri dan melanjutkan langkah.

Pitfall: Instagram, YouTube, Spotify

Penulis:
Ulasan jujur tanpa sensor, rilisan band independen, pergerakan komunitas, obrolan musik rock Indonesia.
Artikel Terkait:
Distorzi Logo
Suara
Dengarkan RadioDistorzi Logo