Sinyal Bahaya dan Jembatan Menuju Album Ketiga
Skena brutal death metal tanah air kembali membara lewat gebrakan anyar dari unit kebanggaan Yogyakarta, Anthropophagus Depravity. Setelah sukses merobek telinga kita lewat album Demonic Paradise pada pertengahan 2024, mereka resmi melepas single anyar bertajuk “Aberrant Incarnation”.
Rilisan di bawah naungan label Comatose Music ini bukan sekadar amunisi tambahan di daftar putar kalian. Lagu ini menjadi monumen awal sekaligus sinyal garang bahwa mereka sedang meracik album penuh ketiga yang siap meluncur pada 2027 mendatang.
Sajian Visual Kelam dan Sentuhan Artwork Khas
Guna melengkapi agresi musiknya, mereka menyajikan video musik resmi yang mengusung konsep visual yang amat pekat. Danu Hendrawan bersama Erland Dirgantara Rinjani Putra turun tangan langsung sebagai sutradara untuk mengeksekusi klip yang kini sudah tayang di kanal YouTube Comatose Music. Sisi artwork lagu ini kembali mempercayakan sentuhan dingin seniman Timbul Cahyono (bvllmetalart). Kolaborasi visual ini berhasil mempertegas karakter kelam yang konsisten mengawal perjalanan musik mereka dari album ke album.
Narasi Entitas Palsu dan Eksplorasi Riff Dinamis
Secara lirik, “Aberrant Incarnation” membawa pesan tajam tentang penyamaran entitas palsu yang berpura-pura menjadi penolong padahal membawa kehancuran. Pesan kelam tersebut meledak lewat gempuran brutal death metal yang makin matang dan tertata rapi. Mereka tetap mempertahankan karakter kejam khasnya, namun menyuntikkan harmonisasi serta transisi riff gitar yang jauh lebih dinamis dibanding karya-karya terdahulu. Racikan audio ini membuktikan bahwa musikalitas mereka terus berkembang tanpa kehilangan identitas aslinya.
Langkah Anthropophagus Depravity meluncurkan karya baru ini membuktikan daya tahan pergerakan kancah underground lokal yang tak pernah surut. Mereka terus konsisten menjaga barisan musik ekstrem Indonesia agar tetap diperhitungkan di kancah global.

