Berita
Spirit ‘Tak Pernah Mati’ dari Stepforward

Perjalanan panjang selama 30 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah nama di ranah hardcore. Stepforward, veteran legendaris asal Jakarta, resmi menandai tiga dekade pergerakan mereka lewat perilisan EP terbaru bertajuk Tak Pernah Mati pada 30 Agustus 2026. Kehadiran album mini ini memperpanjang gaung single bernama sama yang sudah meledak sejak awal Juli lalu. Lewat mini album ini, mereka merangkum lima trek yang menggabungkan amunisi baru dengan aransemen segar lagu-lagu lama dari album debut tahun 2003. Rilisan ini sekaligus menjadi panggung penghormatan tertinggi untuk mendiang Ricky Siahaan, sosok pilar yang telah menanamkan ide serta fondasi penting bagi perjalanan bermusik Stepforward.

Energi Mentah dan Makna Sebuah Keberlanjutan

Judul Tak Pernah Mati bukan sekadar deretan kata pemanis di sampul album, melainkan sebuah pernyataan sikap yang amat tegas dari seluruh personel. Jill van Diest, Junas Miradiarsyah, Fajar Arifan, dan Roma Sophiaan membuktikan bahwa semangat serta nilai-nilai hardcore yang mereka rakit sejak era 90-an tak pernah tergerus zaman. Melalui rilisan ini, Stepforward menyalurkan kembali energi mentah yang menyatukan anak-anak muda di depan panggung dari generasi ke generasi.

Demi menghasilkan ledakan audio yang tajam namun tetap mempertahankan karakter aslinya, Stepforward menyerahkan proses mixing EP ini kepada Invasion Studio. Kolaborasi teknis ini berhasil meluapkan seluruh agresi instrumen serta keotentikan vokal secara maksimal ke dalam lima nomor andalan mereka. Bagi kalian yang ingin langsung merasakan dentuman energi baru ini, Tak Pernah Mati sudah bisa kalian dengarkan di berbagai platform digital. Kalian bisa memutar rilisan ini melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, hingga Bandcamp untuk menemani aktivitas harian atau sekadar membakar semangat di kamar.

Langkah konsisten dari veteran seperti Stepforward ini memberi kita pelajaran berharga tentang arti daya tahan di kancah musik independen. Mereka membuktikan bahwa karya yang lahir dari kejujuran dan keringat akan selalu menemukan pendengarnya, tak peduli berapa banyak tren yang datang dan pergi. Perilisan EP ini menjadi bahan bakar segar bagi kita semua untuk terus merawat ekosistem lokal agar tetap hidup dan saling menopang.

Penulis:
Ulasan jujur tanpa sensor, rilisan band independen, pergerakan komunitas, obrolan musik rock Indonesia.
Artikel Terkait:
Distorzi Logo
Suara
Dengarkan RadioDistorzi Logo