Jejak Pergerakan dari Bangku Sekolah
Skena musik cadas Bandung kembali bergemuruh setelah unit metalcore legendaris, Pitfall (Pitfall Conspiracy), mengakhiri masa hibernasi panjang. Para personil mendirikan unit ini sejak akhir 1997 saat mereka masih duduk di bangku SMA. Sejak era awal, Pitfall konsisten merawat nilai-nilai independensi serta keunikan distorsi lokal. Kembalinya mereka bukan sekadar ajang nostalgia belaka, melainkan pembuktian bahwa api kreativitas mereka belum padam.
Menyambut Babak Baru Bersama Disaster Records
Setelah 12 tahun tidak melepas karya baru, Pitfall resmi menghentakkan publik lewat maxi-single bertajuk Selepas Badai. Disaster Records merilis materi ini dengan memuat dua amunisi utama, yaitu “Selepas Badai” dan “Samsara”. Pitfall juga menggamit Collapse sebagai kolaborator untuk memperkaya dimensi musikalitas. Peluncuran karya beserta musik videonya menjadi pintu masuk utama menuju babak baru eksistensi mereka.
Eksplorasi Sound dan Pendewasaan Musikalitas
Secara aransemen, maxi-single ini menyajikan eksperimen sound yang jauh lebih dewasa dan berkarakter. Eksplorasi melodi post-rock dan atmosfer metalgaze menyatu presisi dengan ketukan tempo dinamis tanpa mengikis fondasi metalcore. Riff gitar melankolis berpadu apik bersama fondasi vokal yang penuh agresi emosional. Keterlibatan Collapse memberikan suntikan warna baru yang membuat setiap lagu terasa lebih megah.
Lewat liriknya, Pitfall membagikan perenungan mendalam tentang ketahanan jiwa serta keberanian menembus masa-masa gelap. Karya ini tidak hanya bercerita tentang kebangkitan personal, tetapi juga menjadi cermin emosional bagi pendengar.

